
Selamat hari jadi Kota Banjarmasin yang ke 489 ,24 September 2015, pada tanggal tersebut bertepatan dengan Hari raya umat agama Islam Idul adha atau kurban (besembelahan sapi dan kambing) hhe, Pada 24 September juga di tahun 1526 Pangeran Samudera sebagai raja banjar pertama yang memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah.
Dengan
usia 489 tahun tentu kota Banjarmasin termasuk kota tua di Republik
ini yang banyak sejarah,
Generasi Sekarang termasuk saya mungkin
kalau mau melihat tuanya Banjarmasin setidaknya hanya bisa mengetahui
dari kompleks masjid sultan suriansyah yang menunjukan bahwa kota ini
memiliki kekentalan sejarah. Padahal masih ada beberapa bangunan yang di
nilai memiliki keterkaitan sejarah dengan perkembangan kota Banjarmasin
tetapi itu kembali kepada niat dan usaha dari pemerintah dan masyarakat
Banjarmasin untuk melestarikannya,
Banjarmasin
dengan usia yang sedemikian tuanya juga di kenal dengan sebutan kota
seribu sungai, karena hampir seluruh kawasan kota terbelah belah oleh
sungai2 kecil .sungai tersebut juga memiliki nilai historis yang
tentunya juga harus dan sebenarnya di lestarikan.
Kita semua
berharap dengan usianya yang ke 489 tahun kota Banjarmasin lebih
memberikan manfaat untuk masyarakat yang tinggal dan hidup bergantung
kepadanya.bukan memberikan peluang untuk kesemrawutan dan kota yang asal
asalan nantinya.sehingga bangunan Ruko yang menjamur serta matinya
sungai2 di pelosok kota Banjarmasin tidak menjadi saksi sejarah kedepan dari ketidak becusan kita untuk mengelola dan melestarikan kota Banjarmasin tercinta.
Banjarmasin
BUNGAS itu dambaan semua warga, Banjarmasin di usianya yang ke 489
bukannya semakin KERIPUT dan PEOT dimakan zaman , itu yang harus di
hindarkan.
SEMOGA KOTA BANJARMASIN SEMAKIN BUNGAS ,INDAH,AMAN,TENTRAM,DAMAI, TERJAGA DAN TERUS BERKEMBANG ..AMIN ..
SEKILAS TENTANG KOTA BANJARMASIN ,SEBAGAI BERIKUT :
Gerbang menuju kota Banjarmasin

Pintu Gerbang Kota Banjarmasin di Jalan A Yani Km 6 ini menampilkan bentuk rumah adat Banjar dan jukung (perahu, alat transportasi sungai di daerah ini). Sejumlah angkutan kota ‘taksi kuning’ biasanya memarkir mobilnya di sekitar pintu gerbang menunggu penumpang yang akan menuju arah ke dalam Kota Seribu Sungai ini.
Menara Pandang di siring paire tendean

Kota Banjarmasin punya ikon baru, Menara Pandang Sungai Martapura. Menara pandang ini terlihat jelas dari samping Sungai Martapura. Anda bisa masuk ke dalam menara dan menikmati pemandangan sungai serta Kota Banjarmasin.
Banjarmasin punya objek wisata yang baru diresmikan Juni 2014 lalu, yaitu Menara Pandang yang terdapat di Siring Pierre Tendean, Sungai Martapura. Di sini turis bisa menyaksikan pemandangan pusat kota.
Masjid Sabilal Muhtadin

Masjid Raya Sabilal Muhtadin kita kenal sebagai masjid kebanggaan
landmark masyarakat kota Banjarmasin khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya.
Masjid Raya ini memberikan warna keagamaan
yang sangat khas dan kental di kalangan masyarakat Banjarmasin khususnya
di dalam penyiaran Agama Islam. Masjid ini dalam setiap minggunya tidak
kosong dari pengajian-penajian agama atau Majelis Ta’lim. Majelis
Ta’lim disampaikan oleh ulama-ulama besar yang ada di Kalimantan
Selatan, para ulama yang memberikan ceramah di sini memang sangat
dipercaya masyarakat untuk memberikan suatu pengajaran tentang syariat
Islam yang dibawakan oleh Rasulullah.
Pasar terapung
Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah yang terletak di tepian Sungai Kuin ,Masjid
ini menurut
catatan sejarah
dibangun di era Kerajaan Banjar di masa pemerintahan Sultan Suriansyah
(1526-1550). Beliau adalah Raja Banjar pertama yang menganut agama
Islam. Diperkirakan usia masjid ini sudah mencapai kurang lebih angka 450 tahun dan
termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia.
Komplek Makam Sultan Suriansyah

Orang Banjarmasin mana yang tidak kenal dengan Sultan Suriansyah, kalau
tidak kenal kemungkinan bukan orang Banjarmasin atau juga masih
anak-anak. Walaupun beliau sangat terkenal di Banjarmasin, kemungkinan
banyak orang yang masih tidak kenal akan sejarah beliau. Nah, di lokasi
Komplek Makam Sultan Suriansyah yang berada di pinggir Sungai Kuin
Banjarmasin tidak hanya menjadi tempat ziarah saja namun sudah menjadi
salah satu objek wisata religi sejarah cikal bakalnya perkembangan Islam
di Kalimantan Selatan.
Komplek Makam Sultan Suriansyah tidak hanya berisi makam saja, tapi ada
museum sejarahnya juga. Jadi kita bisa lebih mengenal beliau dan
sejarah Kerajaan Banjar serta sejarah masuknya Islam di ranah banua
Banjar
Sampai disini dulu info dari kota Banjarmasin Bungas Tapi Payu
Patung Bekantan Coming Soon ...